Otaku (おたく?) adalah istilah bahasa Jepang yang digunakan untuk menyebut orang yang betul-betul menekuni hobi atau kata ganti orang kedua yang paling sopan dalam bahasa Jepang baku, setara dengan kata “Anda” dalam bahasa Indonesia.

Sejak paruh kedua dekade 1990-an, istilah Otaku mulai dikenal di luar Jepang untuk menyebut penggemar berat subkultur asal Jepang seperti anime dan manga, bahkan ada orang yang menyebut dirinya sebagai Otaku.

Istilah otaku kemungkinan besar berasal dari percakapan antar penggemar anime yang selalu menyapa lawan bicara dengan sebutan Otaku (お宅 Anda?) yang merupakan bentuk paling sopan untuk kata ganti orang kedua dalam bahasa Jepang. Pada perkembangan selanjutnya, istilah otaku ditulis dengan aksara katakana otaku (オタク?) atau wotaku (ヲタク?) untuk membedakan istilah slang dengan kata ganti orang kedua dalam bahasa Jepang baku.

Otaku terjemahan bebasnya adalah orang yang tergila gila pada “sesuatu hal” secara sangat berlebihan. Sesuatu hal yang dimaksud bisa berarti luas namun umumnya ditujukan pada penggemar game, anime dan komik (manga). Arti sebenarnya dari otaku adalah rumah dan tampaknya kata ini dipakai karena seorang otaku kebanyakan jarang keluar rumah dan lebih suka mengurung diri dalam kamarnya ditemani game, mangga komik dan game mainannya.

Mereka kurang peduli dengan dunia sekitarnya dan hanya bergaul dengan sesama otaku. Prilaku mereka yang cukup “cuek” ini tentu saja aneh bagi masyarakat kebanyakan namun yang jelas merkeka bukanlah kelompok anti sosial dan juga eksistensinya sama sekali tidak berbahaya bagi orang lain namun hanya berbahaya untuk diri mereka sendiri.

Game, anime dan cosply adalah tige hal yang berbeda namun kadang pelakunya adalah orang yang sama. Seorang penggemar mangga biasanya adalah juga penggemar cosply karena kebanyakan costum cosply diambil dari tokoh mangga atau anime. Demikian juga halnya dengan game.

Seorang otaku biasanya mengaku secara terus terang kalau dirinya pengidap penyakit otaku, sebagian lainya cedrung menyembunyikan identitasnya sedang golongan terbesar adalah kelompok otaku yang tidak sadar kalau dirinya adalah seorang otaku. Seorang otaku sejati umumnya mempunyai koleksi mangga, game dan mainan lain dalam jumlah yang luar biasa banyak ribuan bahkan mungkin puluhan ribu. Seorang otaku anime stadium berat misalnya, seluruh kamarnya, peralatan, tempat tidur bahkan spray bahkan mobilpun seluruhnya bergambar anime. Namun dengan koleksi yang sedikitpun, kalau waktu yang Anda habiskan berhari hari berkutat dengan permainan game dalam kamar bisa jadi Anda sudah mengidap penyakit otaku.

Otaku biasanya tidak memandang umur, gender atau status sosial. Baik anak anak, dewasa, orang usia lanjut, laki atau perempuan adalah sama saja. Salah seorang Perdana meteri Jepang, Taro Aso adalah seorang penggemar berat komik manga, namun kegemarannya pada manga sama sekali tidak mempengaruhi pekerajaannya sebagai seorang pejabat.