Seperti yang kita ketahui bersama, tahun ini timnas indonesia berhasil menorehkan prestasi yang cukup baik di piala AFF jika di bandingkan
dengan tahun tahun sebelumnya, yaitu indonesia berhasil mencapai final piala AFF suzuki cup (dulunya bernama piala tiger)
walaupun akhirnya indonesia tidak berhasil menjadi juara karena kalah agregat dengan malaysia, walupun begitu pada piala AFF
kali ini timnas kita behasil memperoleh hasil yang gemilang dari 7 laga yang dilakoni (pada semifinal dan final ada 2 leg), timnas
berhasil memperoleh 6 kemenangan yaitu melawan laos (6-0), malaysia(5-1), thailand(2-1), ketiganya berlangsung pada babak
penyisihan ini hasil yang cukup mengejutkan indonesia berhasil mengalahkan laos dan malaysia dengan skor telak, dan juga menyingkirkan
thailand yang notabene sering disebut sebagai tim terkuat di asia tenggara, sedangkan pada babak semifinal indonesia berhasil
mengalahkan pilifina (1-0 leg pertama, 1-0 leg kedua), tetapi timnas harus menelan pil pahit saat bertandang ke
stadion bukit jalal (kualalumpur) indonesia berhasil dipecundangi oleh tuan rumah dengan skor 3-0 , walaupun indonesia berhasil
membalas kekalahan dari malaysia di gelora bung karno pada leg kedua (2-1) itu tidak membuat indonesia menjadi juara piala AFF dikarenakan
kalah agregat, tak pelak kegagalan timnas di meraih piala AFF langsung di hubungkan dengan kinerja dari PSSI, hal ini diperparah oleh kebencian
suporter timnas terhadap ketua PSSI Nurdin Halid, yang pernah menjadi tersangka dalam kasus korupsi di tubuh PSSI. sebenarnya kinerja dari PSSi
semakin membaik hal ini terbukti dari adanya pemain naturalisasi yang dimainkan di timnas yang sebelumnya tidak diperbolehkan, ini tentu cukup membantu
karena umumnya pemain naturalisasi punya pengalaman yang lebih baik dari pemain lokal (bukan nya saya mendukung untuk menggunakan pemain naturalisasi
karena saya sebenarnya lebih setuju jika sebaiknya di gunakan pemain lokal di timnas tetapi demi berkembang nya timnas ada baiknya di gunakan
beberapa pemain asing untuk memperkuat timnas yang sekarang sementara menunggu bibit bibit baru yang sedang dalam tahap perkembangan)
Mari kita lihat beberapa kinerja yang cukup buruk dari PSSI sehubungan dengan penyelenggaran piala AFF tahun ini, hal ini bermula dari
buruk nya sistem pembagian tiket yang dilakukan oleh PSSI, banyak masyarakat yang yang sudah menunggu berhari hari untuk mendapatkan tiket,
sementara ada segelintir orang yang tidak perlu menunggu lama dapat memperoleh tiket dengan sangat mudah, yang kedua, ada nya kenaikan tarif pertandingan,
ini tentu menyulitkan bagi suporter yang memiliki dana yang terbatas, lalu adanya isu tentang keberpihakan PSSI pada salah satu stasiun televisi swasta di
indonesia untuk meliput secara eksklusif kegiatan timnas (telivisi yang memiliki hak atas penyiaran piala AFF pun tidak diijinkan untuk meliput kegiatan timnas)
dan hal ini cukup menggangu para pemainyang sedang berkonsentrasi dengan pertandingan, juga ada isu bahwa sebelum pertandingan PSSI mengadakan acara acara yang notabene
tidak penting sehingga cukup menguras stamina dan pikiran para pemain sehingga konstrasi terpecah belah, tak pelak berbagai kinerja buruk PSSI ini
mendapat sambutan yang buruk pula dari suporter timnas mulai dari pembakaran bendera PSSI, sampai aksi anarkis di kantor Gelora Bung Karno, ini sangat
disayangkan, PSSI yang seharunya menjadi wadah bagi seluruh penggemar sepakbola, malah dijadikan lahan untuk mencari uang tanpa berniat memperbaiki
persepakbolaan ditanah air, dan pamor PSSI semakin turun dimata rakyat saat ketua nya yang notabene seorang mantan napi tidak mau
turun dari jabatan nya, walaupun telah terbukti bersalah, meskipun begitu kita tidak boleh menumpahkan kesalahan seratus persen pada PSSI ,
kita sebagai suporter juga harus bisa menerima bahwa jika ada yang menang tentu ada yang kalah, kita harus menerima nya dengan lapang dada,
jangan melakukan tindakan yang dapat mencoreng nama persepakbolaan indonesia (seperti tindakan anarkis) ada baiknya jika kita harus bersabar dan terus mendukung
kemajuan timnas kita, dan untuk PSSI, ada baiknya jika PSSI melakukan reformasi penuh ditubuh PSSI, ini untuk menyegarkan kembali
suasana di PSSI dan untuk meciptakan organisasi yang lebih bersih dan terbuka, VIVA SEPAKBOLA INDONESIA!!!!